Forum

Senin, 30 Juni 2014

Terusirnya Presiden Soekarno dari Istana Yang Sangat Memilukan

Terusirnya Presiden Soekarno dari Istana Yang Sangat Memilukan
ISLAMTOLERAN.COM- “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)
Tak lama setelah mosi tidak percaya parlemen bentukan Nasution di tahun 1967 dam MPRS menunjuk Suharto sebagai Presiden RI, Bung Karno menerima surat untuk segera meninggalkan Istana dalam waktu 2 X 24 Jam.
Bung Karno tidak diberi waktu untuk menginventarisir barang-barang pribadinya. Wajah-wajah tentara yang mengusir Bung Karno tidak bersahabat lagi. "Bapak harus cepat meninggalkan Istana ini dalam waktu dua hari dari sekarang!".
Bung Karno pergi ke ruang makan dan melihat Guruh sedang membaca sesuatu di ruang itu. "Mana kakak-kakakmu" kata Bung Karno. Guruh menoleh ke arah Bapaknya dan berkata "Mereka pergi ke rumah Ibu".
Rumah Ibu yang dimaksud adalah rumah Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru. Bung Karno berkata lagi "Mas Guruh, Bapak tidak boleh lagi tinggal di Istana ini lagi, kamu persiapkan barang-barangmu, jangan kamu ambil lukisan atau hal lain, itu punya negara". Kata Bung Karno,
lalu Bung Karno melangkah ke arah ruang tamu Istana disana ia mengumpulkan semua ajudan-ajudannya yang setia. Beberapa ajudannya sudah tidak kelihatan karena para ajudan bung karno sudah ditangkapi karena diduga terlibat Gestapu. "Aku sudah tidak boleh tinggal di Istana ini lagi, kalian jangan mengambil apapun, Lukisan-lukisan itu, Souvenir dan macam-macam barang. Itu milik negara.
Semua ajudan menangis saat tau Bung Karno mau pergi "Kenapa bapak tidak melawan, kenapa dari dulu bapak tidak melawan..." Salah satu ajudan separuh berteriak memprotes tindakan diam Bung Karno.
"Kalian tau apa, kalau saya melawan nanti perang saudara, perang saudara itu sulit jikalau perang dengan Belanda jelas hidungnya beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu...keluarganya sama dengan keluargamu, lebih baik saya yang robek dan hancur daripada bangsa saya harus perang saudara". tegas bung karno kepada ajudannya.
Tiba-tiba beberapa orang dari dapur berlarian saat mendengar Bung Karno mau meninggalkan Istana. "Pak kami memang tidak ada anggaran untuk masak, tapi kami tidak enak bila bapak pergi, belum makan. Biarlah kami patungan dari uang kami untuk masak agak enak dari biasanya".
Bung Karno tertawa "Ah, sudahlah sayur lodeh basi tiga itu malah enak, kalian masak sayur lodeh saja. Aku ini perlunya apa..."
Di hari kedua saat Bung Karno sedang membenahi baju-bajunya datang perwira suruhan Orde Baru. "Pak, Bapak harus segera meninggalkan tempat ini". Beberapa tentara sudah memasuki ruangan tamu dan menyebar sampai ke ruang makan.
Mereka juga berdiri di depan Bung Karno dengan senapan terhunus. Bung Karno segera mencari koran bekas di pojok kamar, dalam pikiran Bung Karno yang ia takutkan adalah bendera pusaka akan diambil oleh tentara.
Lalu dengan cepat Bung Karno membungkus bendera pusaka dengan koran bekas, ia masukkan ke dalam kaos oblong, Bung Karno berdiri sebentar menatap tentara-tentara itu, namun beberapa perwira mendorong tubuh Bung Karno untuk keluar kamar.
Sesaat ia melihat wajah Ajudannya Maulwi Saelan ( pengawal terakhir bung karno ) dan Bung Karno menoleh ke arah Saelan.
"Aku pergi dulu" kata Bung Karno dengan terburu-buru. "Bapak tidak berpakaian rapih dulu, Pak" Saelan separuh berteriak.
Bung Karno hanya mengibaskan tangannya. Bung Karno langsung naik VW Kodok, satu-satunya mobil pribadi yang ia punya dan meminta sopir diantarkan ke Jalan Sriwijaya, rumah Ibu Fatmawati.
Di rumah Fatmawati, Bung Karno hanya duduk seharian saja di pojokan halaman, matanya kosong. Ia meminta bendera pusaka dirawat hati-hati. Bung Karno kerjanya hanya mengguntingi daun-daun di halaman.
Kadang-kadang ia memegang dadanya yang sakit, ia sakit ginjal parah namun obat yang biasanya diberikan sudah tidak boleh diberikan. Sisa obat di Istana dibuangi.
Suatu saat Bung Karno mengajak ajudannya yang bernama Nitri gadis Bali untuk jalan-jalan. Saat melihat duku, Bung Karno kepengen duku tapi dia tidak punya uang. "Aku pengen duku, ...Tru, Sing Ngelah Pis, aku tidak punya uang" Nitri yang uangnya pas-pasan juga melihat ke dompetnya, ia merasa cukuplah buat beli duku sekilo.
Lalu Nitri mendatangi tukang duku dan berkata "Pak Bawa dukunya ke orang yang ada di dalam mobil". Tukang duku itu berjalan dan mendekat ke arah Bung Karno. "Mau pilih mana, Pak manis-manis nih " sahut tukang duku dengan logat betawi kental.
Bung Karno dengan tersenyum senang berkata "coba kamu cari yang enak". Tukang Duku itu mengernyitkan dahinya, ia merasa kenal dengan suara ini. Lantas tukang duku itu berteriak "Bapak...Bapak....Bapak...Itu Bapak...Bapaak" Tukang duku malah berlarian ke arah teman-temannya di pinggir jalan" Ada Pak Karno, Ada Pak Karno...." mereka berlarian ke arah mobil VW Kodok warna putih itu dan dengan serta merta para tukang buah memberikan buah-buah pada Bung Karno.
Awalnya Bung Karno tertawa senang, ia terbiasa menikmati dengan rakyatnya. Tapi keadaan berubah kontan dalam pikiran Bung Karno, ia takut rakyat yang tidak tau apa-apa ini lantas digelandang tentara gara-gara dekat dengan dirinya. "Tri, berangkat ....cepat" perintah Bung Karno dan ia melambaikan ke tangan rakyatnya yang terus menerus memanggil namanya bahkan ada yang sampai menitikkan air mata. Mereka tau pemimpinnya dalam keadaan susah.
Mengetahui bahwa Bung Karno sering keluar dari Jalan Sriwijaya, membuat beberapa perwira pro Suharto tidak suka. Tiba-tiba satu malam ada satu truk ke rumah Fatmawati dan mereka memindahkan Bung Karno ke Bogor. Di Bogor ia dirawat oleh Dokter Hewan!...
Tak lama setelah Bung Karno dipindahkan ke Bogor, datanglah Rachmawati, ia melihat ayahnya dan menangis keras-keras saat tau wajah ayahnya bengkak-bengkak dan sulit berdiri.
Saat melihat Rachmawati, Bung Karno berdiri lalu terhuyung dan jatuh. Ia merangkak dan memegang kursi. Rachmawati langsung teriak menangis.
Malamnya Rachmawati memohon pada Bapaknya agar pergi ke Jakarta saja dan dirawat keluarga. "Coba aku tulis surat permohonan kepada Presiden" kata Bung Karno dengan suara terbata. Dengan tangan gemetar Bung Karno menulis surat agar dirinya bisa dipindahkan ke Jakarta dan dekat dengan anak-anaknya.
Rachmawati adalah puteri Bung Karno yang paling nekat. Pagi-pagi setelah mengambil surat dari bapaknya, Rachma langsung ke Cendana rumah Suharto. Di Cendana ia ditemui Bu Tien yang kaget saat melihat Rachma ada di teras rumahnya.
"Lhol, Mbak Rachma ada apa?" tanya Bu Tien dengan nada kaget. Bu Tien memeluk Rachma, setelah itu Rachma bercerita tentang nasib bapaknya. Hati Bu Tien rada tersentuh dan menggenggam tangan Rachma lalu dengan menggenggam tangan Rachma bu Tien mengantarkan ke ruang kerja Pak Harto.
"Lho, Mbak Rachma..ada apa?" kata Pak Harto dengan nada santun. Rachma-pun menceritakan kondisi Bapaknya yang sangat tidak terawat di Bogor. Pak Harto berpikir sejenak dan kemudian menuliskan memo yang memerintahkan anak buahnya agar Bung Karno dibawa ke Djakarta. Diputuskan Bung Karno akan dirawar di Wisma Yaso.
Bung Karno lalu dibawa ke Wisma Yaso, tapi kali ini perlakuan tentara lebih keras. Bung Karno sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari kamar. Seringkali ia dibentak bila akan melakukan sesuatu, suatu saat Bung Karno tanpa sengaja menemukan lembaran koran bekas bungkus sesuatu, koran itu langsung direbut dan ia dimarahi.
Kamar Bung Karno berantakan sekali, jorok dan bau. Memang ada yang merapikan tapi tidak serius. Dokter yang diperintahkan merawat Bung Karno, dokter Mahar Mardjono nyaris menangis karena sama sekali tidak ada obat-obatan yang bisa digunakan Bung Karno.
Ia tahu obat-obatan yang ada di laci Istana sudah dibuangi atas perintah seorang Perwira Tinggi. Mahar mardjono hanya bisa memberikan Vitamin dan Royal Jelly yang sesungguhnya hanya madu biasa. Jika sulit tidur Bung Karno diberi Valium, Sukarno sama sekali tidak diberikan obat untuk meredakan sakit akibat ginjalnya tidak berfungsi.
Banyak rumor beredar di masyarakat bahwa Bung Karno hidup sengsara di Wisma Yaso, beberapa orang diketahui diceritakan nekat membebaskan Bung Karno.
Bahkan ada satu pasukan khusus KKO dikabarkan sempat menembus penjagaan Bung Karno dan berhasil masuk ke dalam kamar Bung Karno, tapi Bung Karno menolak untuk ikut karena itu berarti akan memancing perang saudara.
Pada awal tahun 1970 Bung Karno datang ke rumah Fatmawati untuk menghadiri pernikahan Rachmawati. Bung Karno yang jalan saja susah datang ke rumah isterinya itu. Wajah Bung Karno bengkak-bengkak.
Ketika tau Bung Karno datang ke rumah Fatmawati, banyak orang langsung berbondong-bondong ke sana dan sesampainya di depan rumah mereka berteriak "Hidup Bung Karno....hidup Bung Karno....Hidup Bung Karno...!!!!!"
Sukarno yang reflek karena ia mengenal benar gegap gempita seperti ini, ia tertawa dan melambaikan tangan, tapi dengan kasar tentara menurunkan tangan Sukarno dan menggiringnya ke dalam. Bung Karno paham dia adalah tahanan politik.
Masuk ke bulan Februari penyakit Bung Karno parah sekali ia tidak kuat berdiri, tidur saja. Tidak boleh ada orang yang bisa masuk. Ia sering berteriak kesakitan. Biasanya penderita penyakit ginjal memang akan diikuti kondisi psikis yang kacau.
Ia berteriak " Sakit....Sakit ya Allah...Sakit..." tapi tentara pengawal diam saja karena diperintahkan begitu oleh komandan. Sampai-sampai ada satu tentara yang menangis mendengar teriakan Bung Karno di depan pintu kamar. Kepentingan politik tak bisa memendung rasa kemanusiaan, dan air mata adalah bahasa paling jelas dari rasa kemanusiaan itu.
Hatta yang dilapori kondisi Bung Karno menulis surat pada Suharto dan mengecam cara merawat Sukarno. Di rumahnya Hatta duduk di beranda sambil menangis sesenggukan, ia teringat sahabatnya itu. Lalu dia bicara pada isterinya Rachmi untuk bertemu dengan Bung Karno.
"Kakak tidak mungkin kesana, Bung Karno sudah jadi tahanan politik" ujar istri bung hatta.
Hatta menoleh pada isterinya dan berkata "Sukarno adalah orang terpenting dalam pikiranku, dia sahabatku, kami pernah dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini merdeka. Bila memang ada perbedaan diantara kami itu lumrah tapi aku tak tahan mendengar berita Sukarno disakiti seperti ini".
Hatta menulis surat dengan nada tegas kepada Suharto untuk bertemu Sukarno, ajaibnya surat Hatta langsung disetujui, ia diperbolehkan menjenguk Bung Karno.
Hatta datang sendirian ke kamar Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan sakit ginjal. Bung Karno membuka matanya. Hatta terdiam dan berkata pelan "Bagaimana kabarmu, No" kata Hatta ia tercekat mata Hatta sudah basah.
Bung Karno berkata pelan dan tangannya berusaha meraih lengan Hatta "Hoe gaat het met Jou?" kata Bung Karno dalam bahasa Belanda - Bagaimana pula kabarmu, Hatta - Hatta memegang lembut tangan Bung Karno dan mendekatkan wajahnya, air mata Hatta mengenai wajah Bung Karno dan Bung Karno menangis seperti anak kecil.
Dua proklamator bangsa ini menangis, di sebuah kamar yang bau dan jorok, kamar yang menjadi saksi ada dua orang yang memerdekakan bangsa ini di akhir hidupnya merasa tidak bahagia, suatu hubungan yang menyesakkan dada.
Tak lama setelah Hatta pulang, Bung Karno meninggal. Sama saat Proklamasi 1945 Bung Karno menunggui Hatta di kamar untuk segera membacai Proklamasi, saat kematiannya-pun Bung Karno juga seolah menunggu Hatta dulu, baru ia berangkat menemui Tuhan.
SUMBER: http://www.islamtoleran.com/2014/06/terusirnya-presiden-soekarno-dari.html

Senin, 30 September 2013

Penyakit Yang Membuat Orang Menjadi Lebih Jenius

Penyakit Yang Membuat Orang Menjadi Lebih Jenius

Orang yang mengidap penyakit ini contohnya adalah Michael scofield, dalam film seri Prison break, yang memiliki prestasi cum laude di universitasnya, melarikan diri dari 2 penjara terketat di Amerika serikat (penjara yang kedua harus hingga mengorbankan nyawanya), dan 1 penjara terketat di Panama, dengan cara yang sangat brilian & tidak terpikirkan








Dalam beberapa kasus, manusia mempunyai kepekaan berlebih terhadap berbagai kondisi lingkungan, seperti bunyi-bunyian, nomor seri telepon genggam di meja anda, atau merek dan tanggal produksi lampu di kamar anda. Kelainan ini disebut dengan Low Latent Inhibition atau LLI.

Tanda-tanda orang yang mengidap LLI:

1. Lebih peka terhadap informasi di sekitar anda:
Anda melihat lebih banyak, mendengar lebih banyak, lebih bau dan merasa lebih melalui kontak sentuhan. Tanpa upaya sadar, pikiran Anda memiliki sebuah asupan informasi yang lebih luas .Setelah menghadapi segala bentuk rangsangan (yang menarik bagi Anda), pikiran Anda secara otomatis mengeksplorasi komponen-komponennya. Jadi anda dapat mendapatkan informasi tentang sesuatu yang terlewatkan oleh orang normal.

2 .Dapat mengetahui kebohongan seseorang:
Anda biasanya mampu melihat kebohongan dan penipuan yang digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mampu belajar dengan cepat:
Ketika belajar, Anda dapat membuat perubahan seketika. Anda dapat mempraktekkan pelajaran yang baru saja anda serap, dan mampu membuat koneksi atau asosiasi antara 2 hal atau lebih yang biasanya pada orang normal, tampak seperti tidak berhubungan sama sekali. Mudah memahami penjelasan. Anda melihat informasi latar belakang non-verbal dan ini sering memberikan gambaran yang lebih komprehensif daripada apa yang diucapkan.

4. There is no talking voice in your head:
Anda berpikir secara jernih dengan pikiran sadar anda. Informasi tenggelam sepenuhnya dalam pikiran sadar anda tanpa pengaruh pikiran bawah sadar.

5. Sulit untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran:
Karena pikiran anda sangat teliti dan mendetail tentang hal-hal yang dianggap sepele oleh orang lain, maka anda akan sulit untuk menjelaskannya secara verbal kepada orang lain.

6. Orang lain terlihat bodoh dan membosankan dengan penjelasannya:
Anda akan merasa sebal dan geregetan bila mendengarkan penjelasan orang normal karena dalam pikiran anda, orang tersebut menjelaskan tentang sesuatu yang anda anggap seharusnya sudah dijelaskan beberapa jam sebelumnya. Jadi ibarat, seseorang berbicara masih sampai di poin A, sedangkan pikiran anda sudah mencapai poin P (dalam alfabet).

7. Ilmu pengetahuan adalah sumber ketenangan:
Anda dapat menemukan ketenangan dan ketenteraman dalam mempelajari berbagai hal yang berbau sains.
Orang yang mengidap LLI beresiko mengalami keterbelakangan mental bila orang tersebut tidak memiliki IQ yang cukup untuk memproses segala informasi yang dia dapatkan dari lingkungan sekitarnya.

Sedangkan pengidap LLI yang memiliki IQ tinggi akan menjadi seseorang yang biasa kita sebut jenius.

MENGAPA ORANG YAHUDI PINTAR ???

Tidak salah lagi, kalian harus tahu kenapa orang2 yahudi memiliki kecerdasan yang luar biasa..Ternyata terletak pada ketika orang yahudi berada dalam kandungan
yahudi%20parlemen(1) Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=60201

Selasa, 24 Januari 2012

Permata di Tengah Merapi




            Kegiatan pesiar bagi satuan praja IPDN Kampus Sumatera Barat sebenarnya tidak selalu berplesir mengunjungi Jam Gadang atau sekitaran Kota Bukittinggi saja. Tidak juga selalu berendang atau berwisata kuliner saja, namun ada juga alternative kegiatan lain yang lebih menarik dari sekedar itu. Seperti halnya yang dilakukan oleh lima orang Nindya Praja. Yoga, Arif, Irfandi, Bakti, dan Safri mencoba sesuatu yang berbeda dari biasanya, yaitu berpetualang ke air terjun di kaki bukit Bule, Nagari Koto Laweh – Kecamatan Canduang. Sebuah wisata alam yang menyegarkan hati dan pikiran.
            “ Sekedar mengisi liburan dan jam pesiar yang cukup panjang, kami tidak sengaja melakukan kegiatan harmonisasi ke air terjun di kaki gunung merapi, mumpung tidak ada kegiatan lain. “, ujar Yoga Pandu di sela perjalanan.
            Perjalanan dimulai pukul 12.15 dari kampus tercinta melewati pematang sawah dan hutan di area Nagari Koto Tinggi – Kecamatan Baso. Selama perjalanan kami disuguhi hijaunya lahan persawahan dan birunya langit yang tak nampak mengeluarkan mendungnya. Tidak lama berjalan, sekitar tiga jam perjalanan kami sudah sampai di tempat tujuan. Sekejap pemandangan kegagahan air terjun cukup membuat badan terasa segar dan menghilangkan seluruh rasa letih dan penat.
            Seperti terhipnotis, kami langsung menanggalkan pakaian dan bercampur dengan jernihnya iar yang jatuh dari atas gunung setinggi lima belas meter. Deraan percik air terus dan terus menerpa tubuh yang mengingatkan kita bahwa masih banyak tersimpan kekayaan alam yang layak untuk kita nikmati di daerah perantauan, Sumatera Barat ini. (Safrol)

Sabtu, 14 Januari 2012

Mengubah File PDF Ke Doc Micosoft Word Dokumen

            Memang banyak sekali tugas kuliah para Praja yang berformat PDF, hal ini membuat kita kesulitan, apalagi kalau kita mau ‘mengubahnya’. Hal tersebut memang sulit karena memang dari sana nya PDF seperti itu.

            Tapi sekarang sudah tidak sulit lagi bagi kita para Praja untuk ‘mengubahnya’ untuk kepentingan tugas lebih lanjut. Kami redaksi Bakaba akan memberikan link untuk mengunduh software pamungkas ini. Walaupun software ini berbahasa Inggris, namun kami yakin software ini akan mudah di gunakan.

            Langsung saja kami berikan link untuk mengunduh agar tugas- tugas kita cepat selesai.

            Klik disini untuk mengunduh. (ayobangkit)

Jumat, 13 Januari 2012

Lomba Foto Grafi Deadline Maret 2012

Indonesia Nikon Photo Competition 2011-2012
Kategori yang di Lombakan :
A. Seni Budaya, Pemandangan & Arsitektur
B. Jurnalistik ( People dan Sport )
C. Model, Portrait & Anak-anak
D. Wedding *)

DEWAN JURI:
1. Johnny Hendarta - Indonesia
2. Johnson Hon - Hongkong
3. Tan Lip Sing - Singapore
4. Agus S Leonardus - Indonesia
5. Daren Tan - Nikon Singapore Pte Ltd


HADIAH UNTUK TIAP KATEGORI :

1. Juara I - 1 Kamera Nikon D7000 Kit + Tropi Nikon

2. Juara II - 1 Kamera Nikon D5100 Kit + Tropi Nikon

3. Juara III - 1 Kamera Nikon D3100 Kit + Tropi Nikon

4. Juara Harapan - 3 orang masing-masig 1 Kamera Coolpix dan Sertifikat

5. 15 Karya Foto Terpilih pada masing-masing Kategori akan mendapatkan Sertifikat dan Merchandise Nikon.

*) Khusus Kategori Wedding Juara I, II dan III, Pasangan Pengantinnya akan mendapatkan masing-masing 1 buah Kamera Coolpix

AGENDA KEGIATAN :
-Batas Akhir Penerimaan Karya : 8 Maret 2012
-Pelaksanaan Penjurian : 16 Maret 2012
-Pengumuman Pemenang dan Pameran Foto : 24 maret 2012

KETENTUAN UMUM/ PERSYARATAN :

1. Kompetisi ini terbuka untuk umum - semua warga negara Indonesia dan warga negara Asing yang berdomisili di Indonesia ( dibuktikan dgn KIM )

2. Kelompok-Kategori :
A. Seni Budaya, Pemandangan & Arsitektur
B. Jurnalistik ( People dan Sport )
C. Model, Portrait & Anak-anak
D. Wedding *)

Minggu, 27 November 2011

Tradisi Ulang Tahun Ala Subejo


                Tradisi perayaan ulang tahun memang sangat lazim di kalangan masyarakat terutama bagi praja IPDN. Sebagai bentuk rasa syukur dengan pertambahan usia dan sebagai bentuk evaluasi, biasanya orang – orang terdekat membuat suatu acara yang berfariasi dan beragam bentuknya. Mulai dari surprice party hingga ordinary party.
                Begitu pula bentuk perayaan ulang tahun praja yang sangat beragam di IPDN. Berbeda dengan perayaan di luar, perayaan di IPDN mungkin bias dikataka terkesan sederhana karena sumber daya yang terbatas. Namun, kreatifitas dan keinginan yang tak terbatas dapat menjadikan semua itu menjadi suatu budaya yang unik.
                Hari ini, Minggu (28/11) kami menyaksikan budaya perayaan ulang tahun yang unik ditunjukkan oleh Subejo (Sunda, Betawi, Jowo) yang merupakan kumpula kecil praja yang asal pendaftarannya dari Pulau Jawa. Sederhana namun berkesan, itu kesan pertama yang saya dapat. Perayaan yang digelar di Menza IPDN Kampus Sumatera Barat diawali dengan sambutan oleh ketua panitia dan koordinator, NP. Bagas Caraka.
                Unik yang saya katakana, karena ini tidak hanya merayakan satu orang saja, namun 14 orang praja dari satuan Nindya maupun Madya yang berulang tahun pada bulan September – November secara bersama di rapel untuk perayaannya. “ Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali “, ujar NP. Bagas dalam membuka sambutannya.
                Di sela acara, ada pertunjukan paduan suara oleh para putri Subejo yang menyanyikan lagu dalam 3 bahasa, yaitu sunda, jawa, dan Indonesia. Tidak hanya itu, tradisi penyuapan bubur IPDN kepada para “tersangka” menambah semarak malam itu.
                Jamuan makan malam yang khas dengan budaya jawa juga dipertontonkan kepada kami. Praja yang berjumlah 43 makan bersama dalam 3 piring besar. Nuasa kebersamaan yang kental itu ditutup dengan bacaan doa dan wejangan kepada adik – adik madya praja. Kesempuranan tersebut dipenghujung acara didokumentasikan secara bersama untuk mengenang betapa indahnya malam itu. (dodoL)

Putra Papua Diprioritaskan Masuk IPDN



NASIONAL
Jum'at, 25 November 2011 , 21:48:00


JAKARTA - Angin segar kembali dihembuskan pemerintah untuk rakyat Papua dan Papua Barat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan, pihaknya akan memrioritaskan putra-putri Papua dan Papua Barat untuk menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Jumat, 25 November 2011

MENGGAPAI PUNCAK HARAPAN

             
Suasana tentram dan damai di sore itu mendadak menjadi riuh dan heboh ketika terdengar pengumuman adanya ijin bermalam (IB) di IPDN Kampus Sumatera Barat. Ya, pada sore itu jum’at 18 november 2011, diumumkan pada seluruh praja IPDN Kampus Sumatera Barat bahwa besok hari sabtu tanggal 19 November 2011  akan diberikan ijin bermalam bagi satuan nindya dan madya praja sampai hari minggu tanggal 20 November 2011. Ada berbagai macam ekspresi saat itu, ada senang, sedih, gembira, bingung dan segala macam. Berbagai rencana pun dibuat oleh beberapa orang praja. Namun saat itu tak terlintas sedikitpun dibenak ku untuk melaksanakan (IB), karena beberapa alasan, termasuk masalah financial. Namun ternyata tidak satu orang saja yang merasakan hal yang demikian. Ketika ngobrol kesana kemari ternyata banyak juga praja yang bernasib demikian.

Jam 7 malam, waktu makan malam pun tiba, seluruh praja melaksanakan makan malam. Ditengah makan malam terdengar suara pengumuman, “Bagi seluruh anggota wapa manggala, diharapkan berkumpul didepan kelas setelah makan malam, tertanda koordinator”. Setelah makan malam aku pun bergegas untuk menuju depan kelas karena aku adalah salah satu anggota dari wapa manggala IPDN Kampus Sumbar. Pengarahan dan instruksi pun disampaikan oleh koordinator yaitu ato, dan berbagai usulan dan masukan pun dilontarkan oleh rekan yang lain. Namun tak seorang pun mengungkap rencana (IB). sampai ada seseorang yang bertanya, “ koor, gimana rencana IB?”, tanyanya sambil tersenyum. Mulai dari sinilah berbagai keinginan mulai dari snapling, long march hingga rencana pendakian gunung pun terungkap. Namun ternyata tidak semua yang berminat untuk melakukan pendakian gunung, karena memang belum jelas gunung mana yang akan kita daki, antara merapi dan singgalang. Hal ini terjadi karena mengingat status gunung marapi yang masih beraktifitas, sehinnga kita membuat plan b yakni ke gunung singgalang. Akhirnya malam itu pun terpilih 13 orang luar biasa yang terketuk hatinya untuk melakukan pendakian di esok hari tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi dan apa yang menjadi kendala bagi mereka, karena tidak sedikit dari mereka yang mengorbankan rencana sebelumnya, bahkan beberapa dari mereka pun tidak tahu mau mencari uang dari mana karena memang kondisi financial yang lagi kembang kempis. Namun sangat salut pada ketiga belas orang yang memiliki semangat untuk meraih puncak meski berjibaku dengan permasalahan yang ada termasuk permasalahan dengan pihak lain. Ketiga belas orang itu adalah, ato’, berli, arif hidayat, Alvin, lutfan, ronaldy , syahta, arif setyo, hendra, bakti, yoland, serta bagas, serta aku yoga. Kami semua adalah anggota wapa manggala IPDN Kampus Sumatera Barat.

 Malam pun berjalan, pembagian tugas pun dilakukan. Ato’ sebagai koor membagi tugas, syahta bendahara, yoga dan arif cek perlengkapan, yang lain ada yang mencari tenda, dan mencari angkot untuk transport tasi. Malam ini semua sibuk persiapan, karena memang recananya kita sudah mulai start dari pagi. Tas ok, SB ok, nesting ok, kompor ok. Persiapan malam itu beres tinggal membeli logistic dan mengambil tenda di pak dedy. Doa kami terakhir dimalam itu adalah ya Tuhan bantulah kami untuk menikmati keagungan alam ciptaanmu. Sambil berharap cuaca besok hari akan cerah….
            Mentari pagi di sabtu itu menyapa dengan hangatnya, rupanya Tuhan sungguh berpihak pada kita. Cuaca pagi itu sungguh tak terduga, langit yang biru dengan sedikit awan putih membuat pagi itu terrasa sangat indah. Ketiga belas orang terpilih sangat  semangat untuk menggapai puncak. Apel pelepasan IB pun dimulai , rasa ingin segera meninggalkan kampus pun mencuat di hati. Pengambil apel yang lama membuat kedongkolan semakin meradang. Tapi sabar, harus sabar memang bila ingin meraih puncak.

            Setelah beberapa waktu berdiri tegap di lapangan apel, akhirnya apel pun usai. Suara pembawa acara menutup apel membuat hati yang meradang menjadi sedikit segar. Ditengah riuh para praja sayup- sayup kudengar suara ato’. “ team elit tiga belas kumpul dibelakang kelas!”. Teriakan itu memang terdengar lirih karena takut kegiatan kita ditahu sama yang lain. Maklum memang kadang kegiatan seperti ini tidak didukung oleh salah satu pihak. “ oke,, pagi ini kita sudah harus bersiap, Tuhan telah memberi anugerah di pagi ini, kita harus bersyukur .kalau begitu saya langsung bagi tugas.” Ungkap ato’ sambil menggulung-gulung surat IB yang dipegangnya. Kita pun berbagi tugas, saya dan ato ambil tenda, hendra dan lutfan pergi ke bukitinggi untuk mengabil uang dan memebeli gas dan yang lain mempersiapkan peralatan lain. Semua bergerak sesuai tugas masing-masing. Hingga kita berkumpul di satu titik keberangkatan. Di rumah bundo ampek angkek kami berkumpul untuk packing logistic dan perlengkapan. Perasaan gugup karena ingin segera bergerak ke puncak pun melanda para anggota tim. Semua sibuk dengan packing barang di tas masing-masing.