Suasana tentram dan damai di sore itu mendadak menjadi riuh dan heboh ketika terdengar pengumuman adanya ijin bermalam (IB) di IPDN Kampus Sumatera Barat. Ya, pada sore itu jum’at 18 november 2011, diumumkan pada seluruh praja IPDN Kampus Sumatera Barat bahwa besok hari sabtu tanggal 19 November 2011 akan diberikan ijin bermalam bagi satuan nindya dan madya praja sampai hari minggu tanggal 20 November 2011. Ada berbagai macam ekspresi saat itu, ada senang, sedih, gembira, bingung dan segala macam. Berbagai rencana pun dibuat oleh beberapa orang praja. Namun saat itu tak terlintas sedikitpun dibenak ku untuk melaksanakan (IB), karena beberapa alasan, termasuk masalah financial. Namun ternyata tidak satu orang saja yang merasakan hal yang demikian. Ketika ngobrol kesana kemari ternyata banyak juga praja yang bernasib demikian.
Malam pun berjalan, pembagian tugas pun dilakukan. Ato’ sebagai koor membagi tugas, syahta bendahara, yoga dan arif cek perlengkapan, yang lain ada yang mencari tenda, dan mencari angkot untuk transport tasi. Malam ini semua sibuk persiapan, karena memang recananya kita sudah mulai start dari pagi. Tas ok, SB ok, nesting ok, kompor ok. Persiapan malam itu beres tinggal membeli logistic dan mengambil tenda di pak dedy. Doa kami terakhir dimalam itu adalah ya Tuhan bantulah kami untuk menikmati keagungan alam ciptaanmu. Sambil berharap cuaca besok hari akan cerah….
Setelah beberapa waktu berdiri tegap di lapangan apel, akhirnya apel pun usai. Suara pembawa acara menutup apel membuat hati yang meradang menjadi sedikit segar. Ditengah riuh para praja sayup- sayup kudengar suara ato’. “ team elit tiga belas kumpul dibelakang kelas!”. Teriakan itu memang terdengar lirih karena takut kegiatan kita ditahu sama yang lain. Maklum memang kadang kegiatan seperti ini tidak didukung oleh salah satu pihak. “ oke,, pagi ini kita sudah harus bersiap, Tuhan telah memberi anugerah di pagi ini, kita harus bersyukur .kalau begitu saya langsung bagi tugas.” Ungkap ato’ sambil menggulung-gulung surat IB yang dipegangnya. Kita pun berbagi tugas, saya dan ato ambil tenda, hendra dan lutfan pergi ke bukitinggi untuk mengabil uang dan memebeli gas dan yang lain mempersiapkan peralatan lain. Semua bergerak sesuai tugas masing-masing. Hingga kita berkumpul di satu titik keberangkatan. Di rumah bundo ampek angkek kami berkumpul untuk packing logistic dan perlengkapan. Perasaan gugup karena ingin segera bergerak ke puncak pun melanda para anggota tim. Semua sibuk dengan packing barang di tas masing-masing.