Forum

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

MENGGAPAI PUNCAK HARAPAN

             
Suasana tentram dan damai di sore itu mendadak menjadi riuh dan heboh ketika terdengar pengumuman adanya ijin bermalam (IB) di IPDN Kampus Sumatera Barat. Ya, pada sore itu jum’at 18 november 2011, diumumkan pada seluruh praja IPDN Kampus Sumatera Barat bahwa besok hari sabtu tanggal 19 November 2011  akan diberikan ijin bermalam bagi satuan nindya dan madya praja sampai hari minggu tanggal 20 November 2011. Ada berbagai macam ekspresi saat itu, ada senang, sedih, gembira, bingung dan segala macam. Berbagai rencana pun dibuat oleh beberapa orang praja. Namun saat itu tak terlintas sedikitpun dibenak ku untuk melaksanakan (IB), karena beberapa alasan, termasuk masalah financial. Namun ternyata tidak satu orang saja yang merasakan hal yang demikian. Ketika ngobrol kesana kemari ternyata banyak juga praja yang bernasib demikian.

Jam 7 malam, waktu makan malam pun tiba, seluruh praja melaksanakan makan malam. Ditengah makan malam terdengar suara pengumuman, “Bagi seluruh anggota wapa manggala, diharapkan berkumpul didepan kelas setelah makan malam, tertanda koordinator”. Setelah makan malam aku pun bergegas untuk menuju depan kelas karena aku adalah salah satu anggota dari wapa manggala IPDN Kampus Sumbar. Pengarahan dan instruksi pun disampaikan oleh koordinator yaitu ato, dan berbagai usulan dan masukan pun dilontarkan oleh rekan yang lain. Namun tak seorang pun mengungkap rencana (IB). sampai ada seseorang yang bertanya, “ koor, gimana rencana IB?”, tanyanya sambil tersenyum. Mulai dari sinilah berbagai keinginan mulai dari snapling, long march hingga rencana pendakian gunung pun terungkap. Namun ternyata tidak semua yang berminat untuk melakukan pendakian gunung, karena memang belum jelas gunung mana yang akan kita daki, antara merapi dan singgalang. Hal ini terjadi karena mengingat status gunung marapi yang masih beraktifitas, sehinnga kita membuat plan b yakni ke gunung singgalang. Akhirnya malam itu pun terpilih 13 orang luar biasa yang terketuk hatinya untuk melakukan pendakian di esok hari tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi dan apa yang menjadi kendala bagi mereka, karena tidak sedikit dari mereka yang mengorbankan rencana sebelumnya, bahkan beberapa dari mereka pun tidak tahu mau mencari uang dari mana karena memang kondisi financial yang lagi kembang kempis. Namun sangat salut pada ketiga belas orang yang memiliki semangat untuk meraih puncak meski berjibaku dengan permasalahan yang ada termasuk permasalahan dengan pihak lain. Ketiga belas orang itu adalah, ato’, berli, arif hidayat, Alvin, lutfan, ronaldy , syahta, arif setyo, hendra, bakti, yoland, serta bagas, serta aku yoga. Kami semua adalah anggota wapa manggala IPDN Kampus Sumatera Barat.

 Malam pun berjalan, pembagian tugas pun dilakukan. Ato’ sebagai koor membagi tugas, syahta bendahara, yoga dan arif cek perlengkapan, yang lain ada yang mencari tenda, dan mencari angkot untuk transport tasi. Malam ini semua sibuk persiapan, karena memang recananya kita sudah mulai start dari pagi. Tas ok, SB ok, nesting ok, kompor ok. Persiapan malam itu beres tinggal membeli logistic dan mengambil tenda di pak dedy. Doa kami terakhir dimalam itu adalah ya Tuhan bantulah kami untuk menikmati keagungan alam ciptaanmu. Sambil berharap cuaca besok hari akan cerah….
            Mentari pagi di sabtu itu menyapa dengan hangatnya, rupanya Tuhan sungguh berpihak pada kita. Cuaca pagi itu sungguh tak terduga, langit yang biru dengan sedikit awan putih membuat pagi itu terrasa sangat indah. Ketiga belas orang terpilih sangat  semangat untuk menggapai puncak. Apel pelepasan IB pun dimulai , rasa ingin segera meninggalkan kampus pun mencuat di hati. Pengambil apel yang lama membuat kedongkolan semakin meradang. Tapi sabar, harus sabar memang bila ingin meraih puncak.

            Setelah beberapa waktu berdiri tegap di lapangan apel, akhirnya apel pun usai. Suara pembawa acara menutup apel membuat hati yang meradang menjadi sedikit segar. Ditengah riuh para praja sayup- sayup kudengar suara ato’. “ team elit tiga belas kumpul dibelakang kelas!”. Teriakan itu memang terdengar lirih karena takut kegiatan kita ditahu sama yang lain. Maklum memang kadang kegiatan seperti ini tidak didukung oleh salah satu pihak. “ oke,, pagi ini kita sudah harus bersiap, Tuhan telah memberi anugerah di pagi ini, kita harus bersyukur .kalau begitu saya langsung bagi tugas.” Ungkap ato’ sambil menggulung-gulung surat IB yang dipegangnya. Kita pun berbagi tugas, saya dan ato ambil tenda, hendra dan lutfan pergi ke bukitinggi untuk mengabil uang dan memebeli gas dan yang lain mempersiapkan peralatan lain. Semua bergerak sesuai tugas masing-masing. Hingga kita berkumpul di satu titik keberangkatan. Di rumah bundo ampek angkek kami berkumpul untuk packing logistic dan perlengkapan. Perasaan gugup karena ingin segera bergerak ke puncak pun melanda para anggota tim. Semua sibuk dengan packing barang di tas masing-masing.